2020-06-26

Sukses Petani Desa Mula Sari, Garap Sawah Bukaan Baru

BPTP KALIMANTAN TENGAH
...

PULANG PISAU - Desa Mulya Sari adalah salah satu desa di kecamatan Pandih Batu kabupaten Pulang Pisau. Desa ini berbatasan dengan desa Talio dan Blanti Siam, yang saat ini menjadi Area of Interest dari program Food Estate di Kalimantan Tengah. Walaupun antara Desa Mulya Sari dan Blanti Siam hanya dipisahkan oleh aliran sungai, namun secara agroekosistem dan lahan sangat berbeda. Demikian juga dengan pola budidaya usahatani padi yang dilakukan.
Lahan di desa Mulya Sari didominasi oleh pasang surut dengan tipe luapan air C, dan sebagian kecil masih terdapat gambut tipis dengan ketebalan 45-65 cm. Lahan sawah di Desa Mulya Sari adalah hasil cetak sawah sejak tahun 2016 dan 2017, namun hingga saat ini belum optimal dimanfaatkan. Selain terbatasnya tenaga kerja dan luasnya kepemilikan lahan, cara budidaya petani di Desa Mulya Sari sebagian besar masih bersifat lokal, yaitu menanam dengan cara ditugal sekali setahun, walaupun benih padi unggul sudah digunakan.

Dalam hal mengoptimalkan fungsi lahan bukaan baru yang digarap petani, BPTP Kalimantan Tengah, sejak tahun 2019 hingga sekarang melakukan pendampingan kepada petani di desa Mulya Sari khususnya pada kelompok tani Sido Mulyo, yaitu dengan mengenalkan inovasi Pengelolaan Tanaman Terpadu di Lahan Pasang Surut. Teknologi utama yang diaplikasi di lapangan adalah cara perbaikan lahan pasang surut dengan pengelolaan air, pemberian bahan pembenah tanah berupa dolomit, serta pemanfaatan limbah ternak serta sekam padi secara insitu. Melalui program Serasi tahun 2019 juga telah ditingkatkan fungsi saluran, tetapi belum di seluruh kawasan, sehingga sistem tata air yang tersedia masih harus dioptimalkan.

Kajian yang dilakukan di kelompok tani Sido Muncul dengan luas sekitar 12 ha dan berada di sekitar 320 ha lahan anggota kelompok lainnya, telah mampu menunjukkan bahwa perbaikan tata air, pemberian bahan pembenah tanah, penggunaan varietas unggul dan cara tanam jajar legowo serta aplikasi pupuk anorganik yang berimbang, telah mampu menekan kerusakan tanaman akibat keracunan Fe serta memberikan pertumbuhan tanaman yang baik. Hasil pengamatan yang dilakukan tim peneliti dari BPTP Kalimantan Tengah menunjukan bahwa jumlah anakan produktif padi varietas Inpari 42 yang ditanam dengan Jajar Legowo 4 : 1 rata-rata sebanyak 24 anakan dengan panjang malai rata-rata mencapai 25 cm.

Dari pendampingan kegiatan ini petani mulai memahami pentingnya melakukan pertanaman dengan mengaplikasikan komponen-komponen teknologi yang tepat dan sesuai keperluan. Pada kawasan lahan ini juga dilakukan pengujian bersama petani tentang penggunaan bahan-bahan organik insitu terhadap varietas spesifik lahan rawa yaitu Inpara 10. (Susilawati / LN)

Sub Sektor : Padi
Komoditas : Tanaman Pangan
Teknologi yang Digunakan : TEKNOLOGI SAWAH BUKAAN BARU
https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=2891178020991915&id=498977970211944